 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Wanted ( 2008 )
Director: Timur Bekmambetov Writers (WGA): Michael Brandt (screenplay) & Derek Haas (screenplay)
Cast : James McAvoy ... Wesley Gibson Morgan Freeman ... Sloan Angelina Jolie ... Fox Terence Stamp ... Pekwarsky Thomas Kretschmann ... Cross Common ... Gunsmith Kristen Hager ... Cathy
Camera Panaflex Cameras and Lenses by Panavision Red One Camera (effects shots and some others)
Film negative format (mm/video inches) 35 mm (Kodak Vision2 500T 5218) 4K Redcode RAW
Printed film format 35 mm
Aspect ratio 2.35 : 1
Release Date: 27 June 2008 (USA) Genre: Action | Thriller
---------------------------
Sinopsis:
Wesley Gibson, pemuda yang hidupnya benar benar mengecewakan menurut dirinya, dipecat, dicuekin ceweknya.. yah lengkaplah penderitaan, namun siapa sangka dia mempunyai takdir yang mengejutkan, sampai dia bertemu cewek seksi dan cadas, Fox yang justru membawa dia dalam petualangan yang tidak akan terlupakan. Organisasi rahasia yang diikuti Fox akhirnya membawa Wesley ke dalam misi berbahaya, dan dengan bakat Wesley yang ternyata baru ketahuan ketika diasah di situ. Berlandaskan dendam atas kematian sang Ayah, Fox, Wes, dan Sloan akhirnya menciptakan petualangan baru di tengah tahun 2008 ini... yang pasti seru dan sangat menghibur.
----------------
Sangat lama tidak mendengar si cantik Jolie, mungkin ingatan segar hanya Tomb Raider..dan dalam film ini sepertinya si Lara Croft harus beradaptasi dengan gaya baru dalam cerita super hero petualangan.
Wanted merupakan film arahan sutradara Rusia Timur Bekmambetov, sangat jarang sekali Hollywood menyerahkan cerita super hero petualangan di tangan sutradara dari negara dunia ke 2, meski diakui ciri khas rusia dalam mengemas filmnya adalah Doktrin.. seperti halnya Dziga Vertov ketika membuka mata dunia pada tahun 1920an dengan kino_eye nya. Timur disini sangat berkompromi dengan storytelling ala hollywood.. dengan memilih Angelina Jolie dan Morgan Freeman sebagai lini depan dalam filmnya, Timur mampu mengadaptasi jurus-jurus heroik ala Fast and Furious dan JamesBond. Dibalut dengan karakter cadas, Angelina Jolie harus rela menggambar tubuhnya dengan tattoo yang banyak diambil dari falsafah tibet dan india. Hentakan hentakan dalam aksi yang digeber pun sangat memukau dimana banyak adegan yang benar2 diluar akal pikir manusia, namun yah.. itulah film dan memang sudah menjadi tujuan utama Hollywood dalam memanjakan mata penonton dan mempertontonkan industri raksasanya yang mampu menciptakan segala hal.
Terlihat sedikit kurang nyambung ketika Morgan Freeman harus memainkan peran Sloan, namun bukanlah seorang Morgan yang tidak mampu membawakan karakter apa saja, mengingat juga rating keaktorannya hampir menyamai Samuel L Jackson yang dikenal Mr.One Take OK ( julukan yang diberikan karena dia hampir selalu bisa membawakan adegannya dalam sekali rekam ) Scene-scene erotis dan hangat juga dihadirkan Timur sebagai bumbu dan established di sela sela menikmati ketegangan. Salah satu scene dan mungkin teknis shot yang gw cukup acungi jempol adalah ketika Fox menjemput Wesley dengan mobilnya, yaitu drift action yang langsung mengambil Wesley untuk duduk di kursi samping jolie yang sedang menyetir.. shot ini juga pernah dilakukan Guy Ritchie di film Pendek untuk promosi BMW, The Star, namun Guy Ritchie menciptakan drift action untuk mengeluarkan Madonna dari dalam Mobil, dan Timur membalasnya di Film ini dengan memasukkan orang di luar mobil.. persaingan yang positif dalm framing .. hehehe..
 | Category: | Music | | Genre: | Alternative Rock | | Artist: | One Republic with Ghostwood Project |
Apologize - Rock Project by Ghostwood Project
Nih lagu keren bgt ketika di mixdown ama Ghostwood Project, ...lagu Apologize yang dibawain oneRepublic dan dipermanis ama Timbaland ini ternyata lebih masuk di bikin versi gini.. wah genius sih idenya dengan ketukan dan feel beat yang seperti ini.
mm, apa mungkin waktu bikin lagu ini memang untuk versi rock dulunya,... karena campur tangan Timbaland jadi sedikit down gitu yah... ehehehe... yah namanya juga menerka..
nih video nya dan lagu versi Rocknya.. :)
Apologize (Rock Remix) - OneRepublic w/ Ghostwood Project
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Cloverfield (2008) -Untitled J.J Abrams Project-
Producer : J.J Abrams Director : Matt Reeves writer : Drew Goddard
cast: Lizzy Caplan ... Marlena Jessica Lucas ... Lily T.J. Miller ... Hud Michael Stahl-David ... Rob Hawkins Mike Vogel ... Jason Hawkins Odette Yustman ... Beth McIntyre
--------------------------------------------- Camera Panasonic AG-HSC1U Panasonic AG-HVX200 Sony CineAlta F23 Thomson VIPER FilmStream Camera
Laboratory DeLuxe, USA
Film length (metres) 2313 m (Sweden)
Film negative format (mm/video inches) Video (HDTV)
Cinematographic process Digital Intermediate (master format) Filmstream 4:4:4 (source format) HDCAM SR (source format)
Printed film format 35 mm (spherical) (Kodak)
Aspect ratio 1.85 : 1 ---------------------------------------------------------
Snopsis: petualangan Rob, hud, malena, lily dan jason juga beth dalam sebuah usaha untuk menyelamatkan diri terhadap bencana yang terjadi di kota mereka. film dibuka dengan Rob yang mendokumentasikan beth ceweknya yang baru bangun tidur, terus dilanjutkan dengan jason, yang ingin mendokumentasikan pesta perpisahan Rob kakaknya, namun fatalnya jason memakai kamera rob tanpa mengganti kaset video yang ada di dalamnya. Tiba2 dalam pesta itu terjadi suatu kejadian yang mengerikan dan mereka sedang berusaha menyelamatkan diri dari kejadian tersebut. Kejadian demi kejadian mereka alami, sampai akhirnya Hud, Rob dan Lily harus menyelamatkan beth, dari apartemen dia.
>> Film ini, merupakan suatu experiment bagi gw, ketika media Video dan penemuannya digunakan dengan tepat menururt sudut pandang yang sebenarnya. Bentuk film ini merupakan sebuah dokumentasi dari sudutpandang lensa kamera yang benar benar dikemas seberti halnya dokumentasi sebuah video amatir.
Ketika film dimulai pun, penonton diajak seperti halnya seolah2 sedang melihat tayangan dari sebuah kamera video, dan juga transisi yang digunakan disini benar2 sebuah kejeniusan berpikir bagaimana linear and directing dalam kamera video.. plot yang disajikan sederhana, namun bagaimana metode handheld camera memang mempunyai sihir tersendiri dengan adrenaline penonton
ada sedikit rasa postModern disini.. aku bilang sedikit karena ketika kita menikmati film ini... kita tidak sedang di pressure dalam ruang berpikir, maupun imajinasi... namun kita lebih diajak untuk mengikuti perjalanan mereka dan selalu bertanya-tanya... " kok begitu sih..?".. yah atleast itulah yang selalu ada dalam hati ketika aku nonton film ini.
Bentuk film ini juga sudah membuktikan bahwa, di samping banyak studio2 besar yang selalu membuat film dengan bumbu pleasure, dan plot yang rapi... ternyata masih bisa mereka menyuguhkan bentuk dokumentasi.. yah kita sudah mengenal Blair Witch Project... namun Reeves dan Abram mengemasnya dengan sedikit berbeda,.. dan menambahkan sedikit kesan mahal dengan gabungan animasi disini.
  | Category: | Music | | Genre: | Pop | | Artist: | KANGEN BAND |
Kangen band lebih keren dari kamu semua
-Tulisan ini gw copy dari penuturan temen gw ADIT GP (dari bulletin Friendster)manajer band indie Never Ending Story local band di surabaya dan gw salut dengan tulisan itu-
Message: Di soundrenaline minggu lalu, saya sempat jadi kru dadakan utk band Flip & Dearest. Kedua band ini manggung di Simpati stage. 1 stage dengan Kangen Band. Di rundown tertulis bahwa Dearest show setelah Kangen band. Mau ga mau, saya terpaksa harus siap2 di sekitar stage sambil mendengarkan lagu2 kangen yg sebenarnya kurang pas di telinga saya. Apalagi skill mereka sangat2 biasa sekali. Bahkan skill drummernya masih kalah sama skill sepupu saya yg masih SMP kelas 2.
Selama ini kita sering dengar kangen band payah, amatiran, band beruntung, apalah opini lain2 lagi. Saya pun berpendapat bahwa musikalitas mereka payah, mereka minim pengalaman, dan saya pun heran kok bisa2nya salah satu major label ngambil band yg lebih bisa dibilang "big band SMP" secara musikalitas gitu maksudnya.
Tapi ada banyak pelajaran yg justru bisa kita petik dari Kangen Band, yang membuat saya menghormati mereka. Setelah obrolan singkat terjadi antara saya dan mereka di tenda artis, saya mengetahui banyak hal. Para personel Kangen band berlatar belakang ekonomi rendah. Dulu Vokalis & gitarisnya aja cuma jadi Kuli Bangunan. Catat: Kuli Bangunan!!. Drummer & Bassistnya juga kerja2 ga jelas. Jadi sopir angkot lah, jual rokok keliling lah. Tapi mereka melakukan usaha yang luar biasa untuk bisa masuk ke industri musik major indonesia. Mereka sudah banyak mengorbankan duit & waktu. Mereka sadar akan pentingnya promosi band. & mereka tidak pernah menjegal band2 yg se-hometown dgn mereka.
Saya iseng coba ngetes wawasan mereka. Jangankan Incubus, musik2 band senior lokal macam Netral aja mereka ngga tau. Mereka bahkan sempat terheran - heran di masa2 awal mereka menjadi terkenal & sering manggung bersama band2 berbagai genre. Kangen band baru tau kalo ada musik2 macam pop punk, emo, hardcore, retro pop, acid jazz, ska, & musik2 yg lg ngetrend lainnya. Dan mereka menjawab dengan jujur: "kita bawain musik kaya begini, ya karena musik2 kaya begini yg kita tau". SO, INTINYA?? Kangen band adalah band minim referensi. Dan itu terjadi karena kondisi serta lingkungan mereka sejak lahir sampe sekarang. Minim referensi dan kurang wawasan BUKANLAH SALAH MEREKA.
Sedikit kalimat emosional dari saya:
"memangnya kamu udah tau Ramones sejak lahir? Atau orang2 di kampungmu muter lagu Chimaira tiap hari?. Saya yakin sebagian besar dari anda bisa punya banyak wawasan tentang musik karena kebetulan berteman dengan anak yg lebih "gaul" dari anda waktu SMP / SMU dulu, atau karena kebetulan tetangga or sodara anda mendengarkan lagu2 cutting edge kaya gitu. Or bisa juga karena kebetulan dirimu itu anaknya musisi rock ternama.
Dont judge a book by its cover. Bisa saja yg kamu benci selama ini justru menyelamatkan hidupmu. Bisa saja yg kamu ludahi kemarin ternyata pendukung terbesarmu. Bisa saja yg kamu cuekin tiap hari ternyata menjadi jalan keluarmu.
Saya sih jujur aja, MUSIK KANGEN BAND MEMANG PAYAH. Tapi orang2nya sama sekali ngga. Apalagi mereka bermusik secara JUJUR. Sosialitas & penilaian mereka terhadap seseorang justru lebih keren dari kamu semua. Mereka mengajak kenalan terlebih dahulu, ngga seperti kamu yg menunggu fans utk berkenalang denganmu. Mereka ngga jegal2an seperti kamu. Mereka terus dijegal, yg justru membuat mereka makin dapat rezeki & keberuntungan (mirip band saya dong. hehe). Gud lak ya guys
Salut buat kangen band, yang nama & musiknya tidak membuat saya cinta dengan mereka, tapi saya hormat atas apa yg kangen band lakukan untuk musik & banyak orang.
JADI KANGEN NIH!!!
Silahkan petik pelajaran dari sesuatu yg kamu benci. Coba aja. Asik kok
--ADIT GP--
  | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
hihihi...24 Apr 2007 lalu,.. Ringgo Agus menghamili istri orang. Dan yang lebih kacaunya lagi, wanita yang dihamilinya adalah istri seorang kepala preman yang paling ditakuti di daerah Jakarta. Ia pun harus berurusan tidak hanya dengan kepala preman, tetapi juga dengan seluruh anggota geng preman terbesar di Jakarta.
Tidak terbayangkan bagaimana ngerinya bila hal itu benar-benar terjadi di dunia nyata. Untung saja Ringgo Agus Rahman, yang lebih dikenal dengan nama Ringgo hanya mengalaminya di filmnya yang terbaru, yang berjudul “Maaf, Saya Menghamili Istri Anda”. Sebuah film komedi terbaru produksi Sinemart Pictures, yang rencananya akan ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada bulan Juni 2007 .
Selain Ringgo Agus Rahman (Dibyo & John Sidabutar), film ini juga dibintangi oleh Mulan Kwok (Mira), penyanyi yang sudah tidak asing lagi namanya, yang baru-baru ini merambah ke dunia akting. Juga Shanti (Butet), penyanyi terkenal, yang akhir-akhir juga namanya semakin bersinar di dunia akting.
Film yang menjalani proses syuting selama 7 hari, mulai tanggal 18 – 24 April 2007 ( buset nih film bener2 kebut.. sampe stamina kita habis !!!! ), dengan menggunakan lokasi di daerah Jakarta. Film ini merupakan film pertama Sinemart Pictures yang tayang di tahun 2007, sekaligus juga film ke-11 yang diproduksi Sinemart Pictures semenjak tahun 2004 lalu.
Seperti 3 film Sinemart sebelumnya, yaitu Mendadak Dangdut, Pocong, dan Pocong 2, skenario film ini juga ditulis oleh Monty Tiwa, penulis yang sangat produktif dan juga multi talented. Dalam film ini Monty membuktikan bahwa ia tidak hanya bisa menulis, tetapi juga mengarahkan pemain. Film ini adalah film perdananya sebagai Sutradara.
...:) yah monti sepertinya sudah benar2 dewasa ketika harus berpisah dengan rudi sudjarwo.. hahahaha... :) but ada salah satu aktor keren Wikana Tunggal Dewa.. yah setelah film pertamanya Pocong ga ditayangkan.. akhirnya wika bisa sedikit lega karena film ini bisa tayang.. hehehe.. but, aktor ini cukup menarik untuk diperhitungkan level keaktorannya.. Hanya dia lho yang bisa bikin Ringgo ketawa di Lokasi heuheuehu.. :) .. secara jg nih orang sahabat gw.. :) .. tetep ngumpul di TIM bro.. awak juga dah capek nih berutak-atik dngan suting2 ga karuan hehehe :)
just don't miss It.. :)      | KALA | Apr 28, '07 6:03 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
KALA Di Tengah Gulita, Lahirlah Sang Penyelamat
Ramalan Jayabaya soal pengharapan akan Ratu Adil di tengah sebuah zaman edan. Harta karun terpendam peninggalan presiden pertama. Juga, masih belum lupa `kan isu harta karun di bawah Prasasti Batutulis, Bogor, yang melibatkan seorang menteri itu? "Sejarah mistis", meminjam istilah seorang tokoh di film ini, dan isu-isu berbau klenik memang wacana khas negeri ini. Bukan cuma menjalar dari mulut ke mulut, namun menyeruak sampai menjadi bahan pemberitaan media massa. Dan, tuturan mistis itu kini menjadi landasan kisah film thriller fantasy bergaya noir yang dibesut dengan gesit oleh Joko Anwar. Paduan kisah detektif, kisah hantu dalam balutan magic realism, kisah cinta yang singkat namun menyengat, dan kisah pencarian harta karun, Kala mengangkat bahan-bahan klenik tadi menjadi sebuah dongeng berkelas tentang kelahiran seorang superhero. Di sebuah negeri antah-berantah yang dibayangi chaos, seorang polisi bernama Eros (Ario Bayu) menyelidiki kematian lima laki-laki yang dibakar oleh massa. Janus (Fachri Albar), wartawan pengidap narkolepsi yang tengah dalam proses perceraian dengan istrinya (Shanty), meliput insiden tersebut untuk korannya. Dalam upaya mewawancarai salah satu istri korban, tape recorder Janus berhasil merekam perkataan perempuan itu tentang sebuah tempat misterius. Perempuan itu sendiri tak lama kemudian mati mengenaskan tertabrak bis. Ketika akhirnya Janus bertemu dengan adik si perempuan, penyanyi kelab malam bernama Ranti (Fahrani), Janus diberitahu, perkataan dalam rekaman itu mengandung kutukan. Hanya satu orang yang boleh mengetahuinya. Kalau sampai ada orang kedua yang mengetahuinya, salah satu dari mereka harus mati. Korban telah jatuh, dan korban-korban lain siap menyusul. Perkataan rahasia tersebut ternyata bertautan dengan, ya itu tadi: ramalan Jayabaya, harta karun yang disembunyikan oleh presiden pertama negeri itu, dan pengharapan akan munculnya seorang penyelamat bagi bangsa yang dilanda kekerasan, ketidakadilan dan keserakahan. Melalui penyelidikan, Eros akhirnya berhasil menguaknya. Namun, itu juga berarti, bagi dirinya dan Janus, salah satu dari mereka harus mati. Sebelum malaikat maut menjemput, mereka hanya bisa menunggu pertolongan dari sang penyelamat, Ratu Adil yang dinanti-nantikan.
Bagaimanapun, Joko telah membuat pilihan yang cerdik. Ia jadi leluasa membaurkan berbagai langgam. Di satu sisi terasa sangat Indonesia, di sisi lain Hollywood banget. Simak adegan di perpustakaan itu. Sejak kapan detektif Indonesia (hehe, memangnya ada film detektif Indonesia?) menelusuri perpustakaan untuk mendukung penyelidikan kasusnya? Kayak Morgan Freeman dan Brad Pitt di Se7en saja. Tapi, coba dengar omongan si penjaga perpustakaan yang diperankan Rima Melati. Ia membiarkan pintu belakang terbuka dengan alasan, "Siapa yang akan merampok perpustakaan? Penduduk kota ini tidak ada yang peduli dengan perpustakaan. " Indonesia sekali! Sosok makhluk gaibnya, meski namanya ganjil, juga khas Indonesia (baca: Jawa). Ia hanya meruhi (menampak-nampaki) dan tidak membunuh manusia, dan karenanya malah menebarkan teror yang lebih mencekam. Di sisi lain, ia menjadi pamomong bagi mereka yang patut dilindungi. Akan tetapi, ending-nya perlu diberi catatan tersendiri. Meskipun secara logika cerita sudah solid, namun dalam eksekusinya terasa mengambang. Joko Anwar, setelah komedi romantis segar Janji Joni, menuturkan film keduanya ini secara cergas. Keping demi keping teka- teki tersusun rancak, ketegangan demi ketegangan susul-menyusul, secara pelan tapi pasti menyingkapkan misteri. Yang jelas, berbeda dengan kebanyakan film Indonesia yang kelimpungan dalam urusan logika, Joko justru amat piawai dan ketat menata untaian sebab- akibat. Dan penonton dibuat cingak, tercingangah di ujung kisah. Tata artistik dan sinematografinya, dengan penerangan yang minimal tapi optimal, secara menawan menampilkan sebuah kota yang gulita, pedih, dan menyimpan ancaman di sudut-sudutnya. Tampilannya mengingatkan pada kota-kota lama Indonesia pada masa kolonial saat penerangan masih menggunakan lampu gas. Kota antah-berantah itu juga belum mengenal telepon selular, namun toko eletroniknya memajang tumpukan televisi menyala di etalase, memungkinkan tokoh kita memantau sejumlah berita penting. Paduan akting para pemerannya juga memuaskan. Kekuatan mereka terasa merata, termasuk pada pendatang baru Ario Bayu dan Fahrani. Aksi Arswendi Nasution sebagai Haryo Wibowo boleh dikenang sebagai salah satu bad guy mengesankan dalam film Indonesia. Kalau ada yang mau dipersoalkan, barangkali adalah ketidaktuntasan Joko memfantasikan kisahnya. Dia sudah memilih latar antah-berantah, namun masih mencatut acuan dari ramalan Jayabaya. Penamaan tokohnya campur aduk. Eros dan Janus mencomot dari mitologi Yunani, namun terasa hanya diambil namanya saja, tidak sekalian karakteristiknya. Sedangkan Sari, Ranti, Soebandi, Haryo Wibowo, Bambang Sutrisno, Ronggoweni, terdengar sangat n-Jawani. Lalu, Pindoro? Setelah mengaduk-aduk internet, jebul itu nama orang Gypsy dalam dialek Hungaria. Walah! Pertanyaannya, ini sebuah pilihan artistik yang disengaja, atau akibat kecemasan terhadap lembaga sensor mengingat terdapat muatan yang lumayan sensitif dalam film ini?
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Jakarta Undercover ...
Jakarta dalam sisi lain telah dikisahkan Moammar Emka dalam bukunya, Jakarta Undercover. Melalui buku tersebut mata kita seolah dibukakan akan betapa sudah rusaknya moral segelintir orang yang hidup di bumi ciptaan Tuhan ini, karena mengandalkan nafsu sebagai hiburannya. Didalam buku tersebut, banyak dikisahkan tempat-tempat underground bagi pecinta nafsu liar dan betapa nyatanya itu.
Ketika sebuah buku investigasi tersebut diangkat menjadi sajian audio visual, sungguh yang ada dalam bayangan kita adalah betapa liar dan polosnya sajian yang akan disajikan, bahkan mungkin banyak fantasi-fantasi loar yang disajikan menurut pembaca. Namun, ketika film itu kita lihat,...sungguh merupakan film yang sangat lain dari bayangan kita ketika membaca buku tersebut.
film dibuka dengan sajian erotis dan suasana malam di klub OverLust( klub untuk gay dan lesbian ) yang penuh dengan penari erotis dengan sibuknya pengelola klub si Jefry ( christian Sugiono ) sedang mengatur dan mempersiapkan semuanya untuk memuaskan pelanggan. Seorang perempuan muda bernama Viki (Luna Maya) yang terpaksa menyamar menjadi seorang penari striptis banci di klub itu. Ia mempunyai seorang adik yang menderita autis bernama Ara (Kenshiro Arashi). Dikarenakan hanya hidup berdua saja, Viki terpaksa mengajak sang adik saat tengah bekerja. Viki sendiri mempunya sahabat seorang transeksual yang bernama Amanda (Fachri Albar). Sementara itu, disuatu sudut klub tersebut, seorang pemuda anak pejabat yang gemar berhubungan seks dengan banci bernama Haryo (Lukman Sardi), tanpa sengaja membunuh teman kencannya dengan gaya bermain seks yang liar. Haryo yang saat itu tengah bersama dengan dua orang temannya tentu saja menjadi panik dan memutuskan untuk membuang mayat tersebut. Hanya saja kemudian mereka mengetahui ternyata ada seseorang diruangan tersebut saat peristiwa terjadi, yaitu Ara yang ternyata disembunyikan Viki disebuah lemari dalam ruangan tersebut. Merasa takut identitas mereka akan terbongkar, maka mereka memutuskan untuk mencari Viki dan Ara. Pada mulanya Viki tidak mengetahui apa yang terjadi, sampai Haryo dan teman-temannya menyandera Ara. Setelah bingung memtuskan apa yang harus diperbuatnya, tanpa sengaja ia dan Ara bertemu kembali. Maka dimulailah petualangan Viki dan Ara dalam menghindari bahaya yang mencam mereka.
Skrip 'Jakarta Undercover' ditangani oleh Joko Anwar yang sebelumnya sukses dengan 'Janji Joni' (2005) tetapi entah mengapa Joko memakai gaya yang sama untuk film arahan Lance (Cinta Silver) ini. Namun, harus diakui jika Joko Anwar merupakan salah seorang penulis skenario handal dalam negeri ini, karena ia tahu benar apa yang ingin dilakukannya. Film berjalan dengan konsistensi tempo dan intensitas ketegangan yang terjaga, membuat film ini cukup berhasil sebagai sebuah thriller. Dengan memakai struktur thriller yang membutuhkan ketegangan yang konstan ini, maka bolehlah 'Jakarta Undercover' dianggap sebagai pionir dalam industri film Indonesia.
Penonton serasa selalu dibawa terburu-buru dan tegang dalam runtutan cerita yang disajikan. Petualangan Viki dan Ara serasa membuka mata tentang banyaknya penyimpangan-penyimpangan dalam diri manusia dan banyak hal-hal yang serasa membuka mata bahwa 'hal tersebut' ada di jakarta.
Secara logika cerita film ini juga tidak lemah. Viki kabur dari rumah dengan alasan yang cukup masuk akal, dia secara tidak sengaja menyebabkan bapaknya (Ray Sahetapi) yang pemarah terbunuh saat berusaha mencelakai ibu dan adiknya.Jakarta malam hari, penari-penari erotis menari di panggung. Tentu tarian erotik dan mesum. Hentakan musik, aroma alkohol dan debur asap rokok membaur menciptakan sebuah atmosfer tentang kegilaan, keliaran dunia malam. Kehidupan malam Jakarta di ruang-ruang pub, diskotik dengan segenap penghuninya selalu dicap sebagai negatif. Nyatanya tidak selalu demikian. Inilah yang agaknya digambarkan “Jakarta Undercover”. namun, lemahnya karakter Haryo tanpa adanya pengenalan latar belakang yang jelas juga membuat penonton mungkin berpikir apakah semua anak pejabat seperti itu.. tapi peran fachri albar dalam memerankan pria transeksual sangatlah meyakinkan dan sungguh benar2 bisa mengambil simpati penonton.
Banyak hal lain yang sungguh menarik dari film Jakarta Undercover, pemunculan Hanung Bramantyo( sutradara Brownies & Jomblo ) dan mario lawalatta diawal film yang berperan sebagai pelanggan klub sungguh membuat hati saya kagum. karena sangat tidak percaya Hanung bisa berakting sebagai pria seperti itu dan dengan pistol air mainannya yang banyak menyiratkan simbol klimaks. Dialog si Jefry yang menekankan bahwa show must go on, "... kalau ini gagal kalian semua kembali ke Jalanan..! " sangat membuka pengenalan karakter bahwa mereka semua penari tersebut berasal dari jalanan, juga dialog emosinya Haryo ketika gagal mendapatkan Viki, "... Jef, aku minta loe tanggung jawab, siapin semuanya atau Loe yang gue pakai.." sangat menegaskan karakter Haryo yang sangat terobsesi dan hanya puas dengan anal seks. tetapi menurut saya karakter Haryo dan Maureen si lesbian yang dilengkapi dengan tattoo sangat berlebihan, tapi mungkin itulah sisi eksotis seorang Lance dalam menonjolkan karakter.
Permainan fokus dan blur di tiap angle-nya sangat dinamis dan membuat film ini lebih berkualitas, dan laju kamera yang dinamis sungguh membuat film ini sangat asyik untuk dinikmati, ada satu angle yang sangat menarik dan itu adalah angle favorit saya di film ini ketika Viki dan Ara duduk di salah satu sudut Museum Indonesia memandangi hasil gambar Ara yang menceritakan kejadian saat terbunuhnya banci yang memuaskan nafsu Haryo, sangat indah.
so... Jakarta Undercover merupakan film keren dengan sajian yang bener-bener berbeda.. secara keseluruhan film ini sangat Bagus dan saya setuju ketika film ini tercatat sebagai pioner dalam penyajian film yang berbeda di atmosfer perfilman Indonesia.
-Mbek- 
| |